23 April 2008

PNJ AKAN MENJADI UI COLLEGE?


Prof.Dr.Der Soz Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor UI beserta jajarannya, Rabu (23/4) mengunjungi PNJ. Kunjungan Rektor UI ini dalam rangka Sosialisasi Pengembangan UI ke depan. Di hadapan sivitas akademika PNJ yang memenuhi Aula Gedung Direktorat PNJ, Rektor, Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II UI menjelaskan program-programnya. Pimpinan, dosen, karyawan dan perwakilan mahasiswa dijelaskan rencana UI ke depan termasuk menata ulang lingkungan kampus. Sejak dilantik menjadi Rektor UI periode 2007-2012 Prof. Gumilar meang langsung mengadakan gebrakan yang cukup banyak. Jalur khusus sepeda di seputar kampus adalah ujud nyata kepedulian UI sebagai Green Campus berkelas dunia. Selanjutnya akan dibangun Teaching Hospital yang akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan bagi mahasiswa kedokteran, farmasi dan kesehatan masyarakat. UI juga akan membangun perpustakaan dan pusat kegiatan mahasiswa seluas 20.000 m2.
Rencana penggabungan kembali PNJ dengan UI menjadi pembicaraan hangat acara ini. Prof Johny Wahyuadi, Direktur PNJ yang memandu acara ini mengatakan berdasar rapat Senat Politeknik Negeri Jakarta 21/4 yang lalu, PNJ siap bergabung kembali dengan UI. Demikian juga UI menyambut baik rencana penggabungan itu. Dengan demikian nantinya UI akan menjadi Perguruan Tinggi yang lengkap. Menjadi Universitas Riset, UI akan menerima mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana, sedangkan mahasiswa Diploma atau jalur vokasi, akan diintegrasikan menjadi Politeknik UI atau nama lain misalnya UI College. Selanjutnya, Rektor menerangkan ke depan UI hanya akan punya 3 fakultas, yaitu Fakultas Kesehatan (Health Faculty) yang akan mengelola Sekolah-sekolah kedokteran, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat dan farmasi. Fakultas Sain dan Teknologi mengelola Sekolah Teknik, Komputer dan MIPA, dan yang ketiga Fakultas Sosial dan Humaniora yang akan membawahi sekolah ekonomi, hukum, ilmu budaya, psikologi dll. Untuk maksud tersebut UI telah mencanangkan 3 pilar utama , yaitu integrity, excellent, interprizing.
Beberapa pertanyaan sempat dilontarkan oleh dosen dan karyawan PNJ. Dengan gayanya yang khas, semua pertanyaan dapat dijawab dengan meyakinkan oleh Rektor UI yang seorang orator itu.
(prj)

18 April 2008

PENAWARAN LAPTOP MUNGIL!


Perkembangan teknologi informasi memang luar biasa. Sekarang, seluruh dunia dapat dijangkau melalui jari Anda. Teknologi pengajaranpun dapat diekplorasi melalui sebuah laptop di tangan. Kini, dalam rangka mengembangkan kemampuan pengajaran berbasis TI, Jurusan Teknik Sipil PNJ menawarkan laptop imut (kecil banget) ASUS EeePC 4G khusus untuk dosen Teknik Sipil. Laptop mungil ini sudah diuji coba di Ruang SP4 (17/4), hasilnya tidak mengecewakan. Ujicoba suara, webcam, koneksi internet berjalan baik, dapat berhadapan muka dengan dengan orang lain di manapun. Pilihan warnanyapun beragam. Dibandingkan laptop pada umumnya, yang rata-rata beratnya 2 kg, laptop ini hanya 0,9 kg. Barangnyapun hanya sebesar buku kecil (bandingkan dengan botol minuman pada gambar!), Jadi, sangat mobile (mudah dibawa, ringan). Cocok untuk mengajar atau presentasi seminar dsb. Penawaran hargapun sangat menarik, bisa dicicil lagi! Cukup dengan memotong honor bulanan! Anda tertarik? Jangan pakai lama! tulis form isian di Ruang Adm Jurusan Ged. B PNJ. Itung-itung daripada untuk beli rokok! Betul?
(Spec: ASUS EecPc 4G – Linux, 4G SSD, 512 MB DDR2, Intel Mobile CPU & Chipset, WIFI 802, 10/100 Mbps, 0,3 M Camera).
(prj)

11 April 2008

MERIAH, ACARA LEPAS SAMBUT DIREKTUR PNJ

Beberapa tamu penting menghadiri Acara Lepas Sambut Direktur PNJ. Acara ini digelar oleh Panitia khusus berseragam batik untuk melepas Ir. Heddy R. Agah sebagai Direktur PNJ Tahun 2003-2008, dan menyambut Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi M Soedarsono, DEA sebagai Direktur PNJ Tahun 2008-2012. Acara yang dijadwalkan pukul 10.00 baru dimulai pukul 10.45, padahal banyak tamu dari FTUI, United Tractor (UT) dan tamu lain yang menunggu. Acara dibuka dengan penayangan Slide Perjalanan Kepemimpinan Bapak Heddy selama 4 tahun.
Jurusan Teknik Sipil disebut-sebut mempunyai peran dalam 4 tahun kepemimpinan Bapak Heddy. Pembukaan klas internasional Manajemen Konstruksi (MK) yang bekerjasama dengan Herriot Watt University Scotland. Kreatifitas Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI), yang telah menjadi icon kegiatan kompetisi nasional mahasiswa Indonesia bidang jembatan. Yang lebih khusus lagi ada kenang-kenangan berupa Buku 25 tahun PNJ yang disusun oleh seorang pengajar senior Teknik Sipil yaitu Badihi, ST. Buku mungil itu menceritakan perjalanan PNJ sejak tahun 1982 ketika jurusan-jurusan dipimpin oleh orang asing
dengan berbagai suka dukanya.
Acara lepas sambut, yang merupakan silaturahmi beberapa mantan Direktur PNJ, antara lain Frof. Dr. Ir. Bagio Budihardjo dan juga Direktur Politeknik lain, disegarkan oleh sambutan berupa motivasi agar PNJ dapat lebih maju. Diawali sambutan Direktur baru PNJ yang akan berlari lebih cepat membawa PNJ lebih maju dan sejahtera. Kemudian mantan Direktur Frof. Bagio Budihardjo yang menilai PNJ kini sudah lebih baik. Ketua Forum Komunikasi Penyelenggaraan Program Diploma se Indonesia Dr. Ir. Titon Hutomo, yang juga Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ’menitipkan’ kemajuan politeknik ke Direktur PNJ. Menurut beliau Politeknik Jakarta yang berada dekat dengan ibukota Negara akan menjadi etalase pendidikan politeknik di Indonesia.
Sambutan yang meriah datang dari Dekan baru FTUI yang mewakili Rektor UI. Menurutnya PNJ dapat berjalan seiring dengan UI. Kalau UI punya moto integrasi-excellent-interprize, mengembangkan SDM dan Sarana prasarana yang akan membawa UI ke persaingan tingkat dunia, dapatkah PNJ mencontohnya?
Menurut Dekan FTUI ini acara ini seperti “lomba pidato” dan “lomba lawak’ karena sambutan-sambutan pejabat yang menyegarkan!!
(prj)


04 April 2008

TATAP MUKA JURUSAN TEKNIK SIPIL DENGAN DIREKTUR BARU

Jurusan Teknik Sipil mendapatkan kesempatan pertama berdialog dengan Prof. Johny Wahyuadi, direktur Politeknik Negeri Jakarta yang baru, Jumat (4/4) di Ruang Lab. Sipil PNJ. Sebanyak 52 orang pengajar dan administrasi menghadiri acara tersebut. Sebelum memberikan arahan dan program yang akan dijalankan selaku direktur baru, Pak Johny panggilan akrabnya menerima tas punggung Teknik Sipil lengkap beserta kaos kebanggaan Sipil.
Mengawali sambutannya direktur mengatakan, jika hari Jumat ini badminton di Sipil libur karena ada pertemuan, maka Jumat depan harus ada lagi, kalau perlu pak Johny akan hadir memberi semangat. Bahkan iapun memberi kesempatan yang gemar bermain tenis dapat dikoordinir untuk main bersama. Lebih lanjut, disampaikan program yang akan dijalankan mulai memperhatikan hal-hal yang kecil di politeknik tentang kebersihan sampai akan mencontoh Universitas Politeknik Korea dalam membawa industri ke kampus. Tentang pejabat yang akan membantunya sebagai Pudir, Pak Johny mengatakan akan diadakan seleksi dengan cara psikotes yang dilakukan oleh teman-teman Fakultas Psikologi UI, demikian tambahnya. Banyak harapan yang diberikan oleh direktur baru PNJ ini, khususnya menyangkut kualitas mahasiswa politeknik, pengembangan dosen dan kesejahteraan. Beberapa pengajar menggunakan kesempatan yang baik ini untuk memberikan masukannya.
Namun, karena terbatasnya waktu yang hanya satu jam terasa singkat untuk dapat bertukar pikiran tentang segala permasalahan di PNJ. Semoga, di lain kesempatan dapat dijadwalkan pertemuan serupa yang dirasa sangat bermanfaat sebagai sarana komunikasi langsung antara pimpinan dan dosen/ karyawan.
(prj)

31 Maret 2008

KJI SEGERA DIGELAR LAGI


Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Ke-4 akan diadakan bulan Agustus 2008 mendatang. Kegiatan kompetisi yang digagas tahun 2005 oleh PNJ dengan nama KJBI itu, kini telah menjadi agenda rutin Dikti tiap tahunnya seperti Kontes Robot. Panitia Pelaksana sudah dibentuk, danapun sudah disetujui oleh Dikti.
Dalam rapat perdana Panitia Senin siang (31/3), yang dihadiri oleh Direktur Baru PNJ Prof. Johny Wahyuadi dan mantan Direktur PNJ Ir. Heddy R.Agah disepakati segera mengirim Guide Line KJI ke Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Pak Johny yang baru dua hari menjadi direktur PNJ, ternyata antusias juga dengan KJI, terbukti seperti dikatakannya di depan panitia : “Kalau tahun ini KJI masih bertaraf nasional, tahun depan harus sudah bertaraf regional dengan mengundang peserta dari Negara Asean”. Tahun ini Direktur baru PNJ ini mengusulkan salah satu Juri dari luar negeri dan display penilaiannya sudah berbahasa Inggris.
Kompetisi masih akan menggelar dua kategori, yaitu Jembatan Baja dan Jembatan Kayu. Kategori Jembatan Baja akan diikuti 12 finalis dari Perguruan Tinggi yang mengirimkan proposal terbaik. Sedangkan kategori Jembatan Kayu akan diikuti oleh enam finalis. Seperti diketahui pada KJI ke-3 tahun 2007, PNJ yang diwakili Tim Teknik Sipil (Pendawa Lima) meraih Juara umum dengan memenangkan Juara I Jembatan Baja serta meraih berbagai penghargaan lainnya. Dapatkah gelar itu dipertahankan? Kita tunggu aksinya Agustus mendatang!
(prj)

27 Maret 2008

Prof. Dr. Johny Wahyuadi Mudaryoto Soedarsono dilantik menjadi Direktur Politeknik Negeri Jakarta yang Baru.

Setelah terkatung-katung lebih dari enam bulan, akhirnya Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Mudaryoto Soedarsono, DEA dilantik menjadi Direktur Politeknik Negeri Jakarta periode 2008-2012 oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Soedibyo, Kamis, 27 Maret 2008. Serah terima jabatan dari pejabat lama Ir. Heddy R Agah MEng kepada 
pejabat baru  dilaksanakan Hari Jumat 28/3.

Sudah dua kali periode (2003 dan 2007) Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Jakarta selalu bermasalah (tertunda). Mudah-mudahan untuk periode mendatang pemilihan Direktur PNJ tidak akan bermasalah lagi.

Menyimak apa yang akan dilakukan oleh Direktur baru ini, berikut cuplikan tulisan yang pernah dimuat di Warta Politeknik:

Pak Johny dalam organisasi paling rendah menjadi kepala laboratorium, pernah jadi asisten Ketua Jurusan, dan Pembantu dekan, semuanya adalah pengalaman manajerial yang ia miliki. Meskipun tidak mempunyai pengalaman bidang politeknik namun menurut putra alm. May.Jen (purn) H. Soedarsono Mertoprawiro dan Hj. Moeriah Kasian ini, bukan berarti tidak punya bekal. Menurut penjelasannya, politeknik adalah suatu proses, mahasiswa mau dijadikan apa, tergantung kita. Asal sistem harus jelas, termasuk kurikulum, fasilitas, manajemen, pengajarnya punya kompetensi ilmu dan pendidikan. Semuanya harus punya satu basic yang minimum, jadi yang penting bagaimana bisa berbakti, meng-create sesuatu. Ayah dari tiga putri (Denyza, Denyzi, Martina) ini melihat potensi PNJ demikian besar dan belum dimanfaatkan maksimum. Di antaranya adalah dana vertikal (pemerintah) dan dana horisontal (industri) ini adalah income. Johni yang menyukai olah raga tenis ini mengatakan, ""Saya tidak melihat suatu masalah di sini, tapi tantangan, ayolah sama-sama bekerja"". Johni menginginkan mahasiswa PNJ kelak menjadi yang nomor satu, ""Sepuluh persen saja yang unggul, maka jangan takut PNJ kurang peminat"" Namun, katanya lagi "" SDM harus di upgrade dulu mau S2, S3 , kalau tidak mau jenjang akademis, ikut pelatihan yang sertifikasi internasional"" Terakhir ia mempunyai satu kata kunci untuk itu, ""Mau berubah apa tidak ?""  
(prj-rita)

26 Maret 2008

KELAS BARU PROGRAM MANAJEMEN KONSTRUKSI

Kelas Internasional, Konsentrasi Manajemen Konstruksi, Program Studi Konstruksi Bangunan Gedung Jurusan Teknik Sipil yang berdiri berdasarkan Keputusan Direktur
Politeknik Negeri Jakarta Nomor: 140c/NO.8/SK/2005 tanggal 1 Juni 2005. Setelah sekian lama berdiri, program studi ini belum mempunyai kelas yang permanen bagi mahasiswa/i-nya, selama ini mereka menempati ruangan di Gedung Serba Guna. Namun saat memasuki semester genap 2007-2008, dua ruang kelas disediakan untuk ditempati mahasiswa/i program studi ini.
Bayu, Mahasiswa Manajemen Konstruksi Semester dua berpendapat “Meskipun kelasnya belum ditempati dan LCD yang belum dapat digunakan karena masih terdapat kendala daya, namun tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik”. “Hanya saja masalah teman di lingkungan baru memang masih kendala karena belum begitu kenal” demikian menurutnya lagi. Sedangkan Vita, Andika, Novi, Rudi dan Reza Mahasiswa semester 4 lebih menyukai kelas baru namun dengan catatan fasilitas lengkap. Dan alasan lainnya menurut mereka “Karena dekat dengan rekan-rekan Jurusan Teknik Sipil sehingga dapat saling bertukar informasi”.(rita)